‎Media Sinergitas TNI-Polri News, PANDAN – Direktur Perusahan Air Minum Daerah (Perumda) Mual Nauli, Masril Tua Rambe, SE, M.Tr,Ak mengungkapkan, 25 sumber air yang tersebar di 10 (sepuluh) kecamatan mengalami rusak berat akibat bencana banjir bandang dan longso yang melanda Kabupatej Tapanuli Tengah pada 25 November 2025 lalu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Direktur Perumda Mual Nauli, dalam siaran persnya pada Senin (9/12/2025) menjelaskan, Dari angka itu, eksisting atau pipa transmisi di 21 sumber air mengalami rusak berat, bahkan ada yang hilang. Akibatnya, 90 persen distribusi air ke masyarakat pelanggan mati total.

 

Lebih lanjut Direktur Perumda Mual Nauli menjelaskan, jumlah pelanggan Perumda Muali Nauli yang terdampak ada 20.282 sambungan rumah dari 21.781 sambungan rumah. Jadi, sampai saat ini hanya 1.499 sambungan rumah yang aktif.

 

Menurut Direktur Perumda Mual Nauli, ada sumber air yang hilang, ada pipa transmisi rusak, hilang, dan tertimbun longsor, seperti unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kecamatan Tukka.

 

Direktur Perumda Mual Nauli menjabarkan, 10 lokasi yang memiliki sumber air untuk Perumda Mual Nauli di antaranya, di Kecamatan Tapian Nauli, Kolang, Tukka, Manduamas, Pandan, Sarudik, Badiri, Hutabalang Kecamatan Badiri, Pinangsori dan Sibabangun.

 

Ada 10 titik sumber air di sekitaran Pandan di antaranya, Tukka 2 titik yaitu Aek Sipilit dan Aek Sihpong, di Pandan ada 8 titik yaitu, Aek Batu Mardinding, Aek Nasangap, Aek Bungus 1, Aek Bungus 2, Sihaporas kiri, Sihaporas kanan, Aek Bulu Godang, Aek Sipan, dan Aek Sarudik.

 

Pasca bencana, Perumda Mual Nauli telah melakukan langkah distribusi air kepada warga yang terdampak bencana menggunakan mobil tangki air.

 

“Sejak hari kedua bencana, kami telah mendistribusikan air kepada masyarakat. Saat ini sudah ada 8 unit armada tangki yang standby,” ungkap Masril Tua Rambe.

 

Ditambahkannya, selain 2 unit milik Perumda Mual Nauli, ada tambahan 3 unit armada bantuan dari Kementerian PUPR, kemudian 3 unit dari PDAM Tritanadi, dan 1 unit dari BPPD Provinsi Sumut.

 

Selama masa darurat ini, Direktur PDAM Mual Nauli menjelaskan, pihaknya juga berupaya melakukan pembangunan intake sederhana menggunakan karung yang diisi pasir sehingga bisa mengaliri pelanggan di beberapa titik, yaitu di Jalan Feisal Tanjung dan Jalan Abdul Rajab Simatupang.

 

“Sekarang kita juga sedang mengupayakan satu titik lagi untuk bisa mensuplai 2.000 pelanggan dari Sipan Sihaporas,” ujarnya.

 

Tim dari Kementerian PUPR RI yang membidangi air minum juga akan membantu material pipa transmisi sepanjang 300 meter untuk pembangunan sementara.

 

“Nah kalau ini bisa direalisasi dalam waktu dekat maka bisa mengaliri Kota Pandan secara bergilir,” kata Direktur PDAM Mual Nauli.

 

Kemudian dijelaskan di Sihaporas juga sedang dibangun intake darurat, untuk menambah suplai untuk mengaliri Jalan Oswald Siahaan, Aek Tolang dan Jalan dr FL Tobing, Pandan. Namun, Direktur Perumda Mual Nauli belum mengetahui berapa total kerugian Perumda Mual Nauli akibat bencana alam ada tersebut.

 

Terkait kerugian aset perkantoran, maka pihak Perumda Mual Nauli mengalami kerugian mencapai Rp 3 miliar meliputi, bangunan gedung, inventaris kantor, dan barang persediaan.

 

Tetapi, kalau untuk aset SPAM di 25 sumber air sampai saat ini belum dapat dihitung secara detail, karena akses di beberapa titik belum bisa ditempuh.(Red)

 

 

 

#TaptengBangkit

Bangkit Lebih Cepat Pulih Lebih Kuat.