Media Sinergitas TNI-Polri News, Jakarta –
Badan Narkotika Nasional (BNN) terus memperketat pengawasan jalur masuk yang berpotensi digunakan untuk penyelundupan narkotika ke Indonesia serta memperkuat kerja sama lintas instansi dan internasional guna menekan peredaran gelap narkotika. Langkah strategis ini dinilai krusial mengingat jaringan sindikat internasional masih kerap memanfaatkan jalur perairan untuk menyelundupkan barang haram ke tanah air.
Hal tersebut diungkapkan (Plt.) Deputi Pemberantasan BNN RI, Brigjen Pol. Drs. S. Adri Irniadi, S.I.K., M.H., dalam wawancara virtual pada program NTV Dialog Prime yang membahas pengungkapan kasus penyelundupan narkotika via laut, termasuk penggerebekan penyelundupan ketamine menggunakan kapal tanker MT Global 168.
Menurut Brigjen Pol. Adri, Selat Malaka menjadi salah satu wilayah perairan yang kerap menjadi jalur favorite bagi para penyelundup narkotika terutama jaringan yang berasal dari kawasan _Golden Triangle_ (segitiga emas) di Asia Tenggara Posisi Geografis perairan tersebut yang strategis, tingginya permintaan (_demand_) serta besarnya nilai jual narkotika di Indonesia menjadi faktor utama yang mendorong para pelaku melancarkan aksinya.
Selain ancaman penyelundupan dari luar negeri, BNN juga mewaspadai ancaman dari dalam negeri, termasuk pengolahan sabu cair menjadi sabu kristal (_crystal methamphetamine_). Baru-baru ini, BNN mengungkap keberadaan laboratorium gelap ilegal (clandestine laboratory) di wilayah Aceh dengan menyita sekitar 1,2 ton bahan baku sabu cair (liquid methamphetamine) yang siap diproses lebih lanjut. Pengungkapan besar ini merupakan buah dari investigasi mendalam serta pertukaran informasi intelijen dengan instansi terkait dan mitra penegak hukum mancanegara.
Brigjen Pol. Adri menegaskan bahwa komitmen pemberantasan narkotika dilakukan secara komprehensif—tidak hanya fokus memblokir pintu masuk perbatasan, tetapi juga aktif mendeteksi dan mengantisipasi potensi produksi domestik.
Dalam kesempatan wawancara tersebut, Adri juga menyampaikan atensi Kepala BNN RI (Kapolri) kepada seluruh jajaran untuk senantiasa tetap semangat serta meningkatkan kerja sama dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) terkait dalam memberantas penyelundupan dan peredaran gelap narkotika, baik yang berasal dari luar negeri maupun yang diproduksi di dalam negeri. Sebagai upaya melindungi masyarakat dan menyelamatkan generasi penerus bangsa dari ancaman bahaya narkotika.(red)
#WarOnDrugsForHumanity
Biro Humas dan Protokol BNN




