SIARAN PERS NO. 312/SP/HM.01.02/POLKAM/7/2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Media Sinergitas TNI-Polri News,Polkam, Pulang Pisau –

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, menyampaikan percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, dengan mengedepankan keselamatan masyarakat serta petugas di lapangan. Arahan tersebut disampaikan saat meninjau langsung ke Posko Lapangan Siaga Darurat Karhutla Kabupaten Pulau Pisang, Jumat ( 31/7/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Menko Polkam menegaskan bahwa kebakaran harus segera dipadamkan sebelum meluas. Menurutnya, semakin besar luasan api, semakin sulit upaya pemadaman dilakukan meskipun telah didukung berbagai sumber daya.

“Saya yakin bahwa kita semua ingin menyelesaikan masalah (kathutla) ini. Pantau terus jangan sampai ada titik api lagi, kita lebih baik menyelesaikannya pada saat (titik api) masih kecil,” tegas Menko Djamari.

Ia juga meminta seluruh unsur yang terlibat memperkuat koordinasi di lapangan dan memanfaatkan seluruh sarana serta prasarana yang telah tersedia, termasuk sumber air, peralatan pemadaman, pipa penyalur air, hingga tempat penampungan air sementara. Ia memastikan pemerintah pusat akan terus memberikan dukungan penuh terhadap kebutuhan operasi penanganan karhutla.

“Kalau ada kesulitan di lapangan, sampaikan kepada Kepala BNPB. Karena apa pun kegiatannya, ini adalah upaya untuk menyelamatkan manusia. (Karhutla) dampaknya sangat besar, ini dapat berdampak kepada keselamatan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Selain fokus pada pemadaman, Menko Polkam mengingatkan agar keselamatan personel menjadi perhatian utama selama operasi berlangsung. Ia meminta setiap penugasan diawali dengan briefing yang memperhatikan aspek keamanan dan pengorganisasian personel agar tidak menimbulkan risiko bagi petugas.

“Perhatikan keamanan para petugas, jangan sampai dia begitu bersemangat, dia lupa dan tidak bisa keluar. Jangan sampai kita tidak memperhartikan keselamatan kita,” ujar Menko Djamari.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa pemerintah pusat terus memperkuat dukungan penanganan karhutla melalui operasi modifikasi cuaca (OMC), penambahan armada pesawat apabila diperlukan, serta pemenuhan kebutuhan logistik dan peralatan pemadaman.

Saat ini dua pesawat OMC telah diterbangkan dan pemerintah siap menambah armada guna meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah terdampak.

“Kami akan terus menambah dukungan apabila diperlukan. Mudah-mudahan hujan segera turun sehingga proses pemadaman dapat berlangsung lebih efektif,” kata Suharyanto.

Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, serta seluruh unsur terkait segera mengerahkan mobil tangki air yang tersedia untuk memperkuat operasi pemadaman sambil menunggu bantuan tambahan dari pemerintah pusat.

Selain itu, Kepala BNPB menginstruksikan evaluasi terhadap kekuatan Satgas Darat, baik dari sisi jumlah personel maupun kelengkapan peralatan, seperti pompa air, selang, dan sarana pendukung lainnya agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara optimal.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau Herman Wibowo melaporkan bahwa tim gabungan yang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan unsur terkait terus melakukan upaya pemadaman serta pencegahan agar api tidak meluas ke permukiman dan jalan raya.

Menurut Herman, perubahan arah angin menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan. Tim juga telah menempatkan mobil tangki air di sejumlah titik untuk mencegah api menyeberang jalan yang berpotensi memperluas area kebakaran dan mengganggu jalur transportasi akibat tebalnya asap.

Pada peninjauan tersebut, Menko Polkam turut didampingi oleh Sesmenko Polkam, Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa, serta Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri, dan dihadiri oleh unsur teknis terkait seperti Kementerian Kehutanan, BMKG, BPBD, Basarnas, dan Manggala Agni.

Humas Kemenko Polkam RI