Scroll Untuk Lanjut Membaca

Media Sinergitas TNI-Polri News,Sumatera Utara —

Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, sebuah ironi justru terjadi di perbatasan Kabupaten Simalungun dengan Kabupaten Asahan. Sebuah jembatan Vital yang menghubungkan kampung Silau Jawa Baru Kecamatan Bandar Pasir Mandoge dengan kawasan perkebunan PTPN IV Sei kopas Afdeling VII dibiarkan rusak parah selama puluhan Tahun tanpa kepastian perbaikan.

 

Dalam Pantauan di lapangan pada hari ini jumat ( 27/03/2026 ) menunjukkan kondisi yg sangat memprihatinkan. Jembatan tersebut nyaris tidak lagi berfungsi, masyarakat terpaksa bergotong royong menggunakan papan seadanya agar bisa melintasi sungai utk akses beraktifitas sehari hari tanpa memikirkan keselamatan mereka.

 

Sudah lama se kali kami menunggu perbaikan jembatan tersebut. Bahkan tahun lalu sempatnya di tinjau dan sudah di patok, tetapi hingga sampai sekarang tidak ada kelanjutannya, yaa.janji tinggal janjilah.

 

Seperti Pernyataan Salah Satu Warga inisial Pak Regar Mengatakan, ” Padahal itunya akses satu – satunya jalan kami ujar salah seorang warga dengan nada getir. Situasi akan jauh lebih berbahaya saat musim hujan, dikarenakan debit air yang meningkat membuat jembatan darurat itu nyaris

tidak bisa dilalui.

 

Aktifitas masyarakat juga lumpuh utk kebutuhan sehari hari. kalau debit air besar, masyarakat takut melintas bisa bisa hanyut terbawa derasnya air. Jangan sampai ada korban jiwa baru di perbaiki ” ujar warga tersebut.

 

Ironisnya kondisi ini justru memunculkan kesan saling lempar tanggung jawab antara dua pemerintah daerah. Padahal di dalam UUD No. 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik. Negara secara tegas berkewajiban menyediakan fasilitas yg aman dan layak bagi masyarakat termasuk di wilayah terpencil dan perbatasan.

 

Disisi lain masyarakat tidak menuntut banyak dan muluk muluk, mereka hanya menginginkan akses yg layak utk hidup normal beraktifitas tanpa rasa takut melalui akses jembatan tersebut. masyarakat tidak meminta yang mewah. Cukup hanya jembatan itu di perbaiki agar masyarakat aman melintasinya Dan di atas papan – papan rapuh itu harapan masyarakat perlahan ikut lapuk.

 

Semoga harapan masyarakat dapat didengar pemerintah Kabupaten Asahan dan Kabupaten Simalungun,dikarenakan hanya itu lah akses jalan masyarakat menuju perjalanan .(red/)