Scroll Untuk Lanjut Membaca

Media Sinergitas TNI-Polri News,Pematangsiantar –

Suasana dini hari yang biasanya tenang di kawasan Pasar Parluasan, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, mendadak berubah menjadi kepanikan ketika kobaran api melahap deretan ruko pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 02.45 WIB.

Api yang dengan cepat membesar pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di sekitar lokasi. Melihat kobaran api semakin membesar, warga segera meminta pertolongan dan menghubungi pihak terkait guna mencegah api merambat lebih luas.

Mendapat informasi tersebut, Piket Koramil 01/Siantar Utara Kodim 0207/Simalungun, Babinsa Sertu S. Hasibuan bersama Bhabinkamtibmas dan warga sekitar bergerak cepat menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tak lama berselang, sejumlah armada pemadam dari Dinas Damkar Kota Pematangsiantar dan PT. STTC tiba di lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.

Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran, terdiri dari enam unit milik Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pematangsiantar dan dua unit milik PT. STTC, dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah. Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena petugas menghadapi kendala akses jalan yang relatif sempit menuju titik kebakaran.

Di tengah situasi darurat tersebut, sinergi antara aparat TNI, Polri, pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat terlihat begitu kuat. Warga turut membantu proses pemadaman serta pembersihan material yang terbakar demi mempercepat penanganan di lokasi.

Setelah berjibaku selama beberapa jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan api dan melakukan pendinginan hingga dinyatakan selesai sekitar pukul 09.00 WIB.
Akibat peristiwa tersebut, sekitar 150 unit ruko dilaporkan hangus terbakar, sementara pendataan terhadap seluruh pemilik ruko masih terus dilakukan oleh instansi terkait.
Meski kerugian yang ditimbulkan cukup besar dan berdampak pada aktivitas ekonomi para pedagang, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini.

Berdasarkan informasi awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh arus pendek listrik (korsleting). Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan saat ini terus melakukan pendataan terhadap para pedagang terdampak guna menyiapkan langkah-langkah penanganan dan bantuan.

Selain itu, evaluasi terhadap kondisi instalasi listrik di kawasan pasar tradisional juga menjadi perhatian penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, sekaligus menunjukkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat Pematangsiantar yang bahu-membahu membantu sesama di tengah musibah.(Pendim0207/SML).