Scroll Untuk Lanjut Membaca

Media Sinergitas TNI Polri News,Waesama – 

Tingginya Cura hujan yang terjadi di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan Provinsi Maluku mengakibatkan sejumlah fasilitas penghubung seperti jalan dan jembatan mengalami kerusakan siknifikan. Perihal tersebut mengakibatkan kesulitan warga menuju Namrole ibukota kabupaten Buru selatan.

 

Kondisi tersebut memicu harapan warga agar pemerintah Provinsi Maluku segera turun tangan untuk membangun fasilitas Pubilk tersebut untuk mengatasi persoalan transportasi yang sering terjadi Setiap tahun.

 

Kondisi geografis kecamatan Waesama saat ini dinilai sangat memprihatinkan,

Terutama memasuki musim penghujanan antara bulan mei hingga september dengan intensitas cura hujan yang tinggi. akibatnya, sejumlah sungai di wilayah ini sering meluap dan banjir, sampai memutus akses transportasi masyarakat.

 

Sala satu warga Waesama Nawan Souwakil, meminta agar pemerintah Provinsi Maluku tidak menutup mata dengan kondisi yang terus berulangkali terjadi setiap tahun di kecematan waesama ini.

 

“Kami selalu berhadapan dengan kondisi Banjir yang mengakibatkan banyak korban manusia maupun kendaraan mobil dan motor” Ujarnya.

Selain pembangunan jembatan, masyarakat juga meminta perhatian serius terhadap kondisi insfrastruktur jalan di Kecamatan Waesama. Warga menilai kerusakan jalan dan suda di tutupi rumput liar sehingga mengganggu akses transportasi dan aktifitas masyarakat.

 

Selain itu akses kendaraan menuju kota kabupaten pun kerap lumpu ketika debit air meningkat.

Mobil penumpang jenis Avanza biasanya membantu mobilitas warga tak lagi mampu melintas ketika banjir terjadi. Aktifitas kendaraan lain pun ikut terhambat akibat derasnya arus sungai.

 

Sehingga masyarakat selalu menggunakan rakit sebagai alat penyebrangan darurat untuk melewati sungai.ada pun biaya penyebarngan rakit berfariasi senilai Rp.50 000 sapai Rp.100.000 sekali menyebrang. Kondisi tersebut sangat meberatkan masyarakat yang rata rata berpenghasilan kecil, kususnya petani dan pedagang yang setiap hari melintasi

Sungai unthk mengambil hasil pertanian menuju pusat perdagangan di ibukota kabupaten buru selatan.

 

Bahkan turuk pengangkut hasil bumi milik warga maupun pembeli hasil pertanian milik warga perna terseret arus banjir pada saat musim penghujan, Persituwa ini suda berulang kali terjadi di sungai waelata, poli dasn sungai Nala kecamatan waisama di musimnya cura hujan.

 

Masyrmarakat beharap Pemerinta Kabupaten maupin Pemerinta kabupayen Buru Selatan segerah mengambil langka terbaik untuk membangu Jembatan parmenen di bebarap sungai di kecamtanan waesama antara lain Sungai Nala, Poli, serta memperbaiki infrastruktur jalan agar bisa mempermudah aktivitas Ekonomi, Pendidikan, kesehatan,dan dan transportasi masyarakat dapat berjalan secara lancar serta mengurangi kecelakaan pada saat musim hujan.

 

Sejumlah awak media  yang turun langsung ke lokasi mengaku menyaksikan langsung kondisi tersebut secara nyata.

setelah melakukan kordinasi dengan pihak terkait,dan di peroleh informasi bahhwa status jalan dan jembatan tersebut berada dalam kewenagan pemerintah Provinsi Maluku.

 

Masyarakat kecamatan Waesama juga menyampaikan harapan besar kepada Gubernur Maluku agar memberikan perhatian serius terhadap kondisi masyarakat di kabupaten Buru Selatan yang selama ini terus menghadapi kesulitan akibat minimnya infrasturuktur dasar.

 

Sementara ini, para petinggi Dinas PU kabupaten Burus Selatan dan petinggi Dinas PU Provinsi Maluku belum dapat meberikan keterangan maupun tanggapan terkait kondisi yang terjadi di kecamatan waesama tersebut.(rom)