Media Sinergitas TNI-Polri News,PEMATANGSIANTAR –

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Gerakan Pendukung Presiden dan Aspirasi Rakyat (GEPPAR) memberikan apresiasi tinggi atas gerak cepat dan langkah solutif yang diambil oleh para pemangku kebijakan di Kota Pematangsiantar pasca kebakaran hebat yang melanda Pasar Dwikora (Parluasan) pada 18 Juni 2026 lalu.

Peristiwa yang meluluhlantakkan 276 kios pedagang akibat dugaan korsleting listrik ini memang membutuhkan penanganan intensif. GEPPAR menyoroti peran sentral Camat Siantar Utara, Marlon Brando Sitorus, S.STP., M.Si., yang dinilai sangat responsif. Sejak detik-detik awal kebakaran hingga proses pembersihan area saat ini, Marlon tampak konsisten berada di lapangan mendampingi para pedagang.

Aksi Nyata di Lapangan
Kepedulian Marlon Brando Sitorus tidak hanya terlihat dari kehadiran fisik, namun juga aksi nyata dalam memimpin koordinasi di lapangan. Sinergi antara pihak Kecamatan Siantar Utara dan Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD-PHJ) berjalan dengan sangat solid.

“Kami sangat mengapresiasi Bapak Camat Marlon Brando Sitorus. Beliau benar-benar membuktikan kehadiran pemerintah dengan turun langsung ke bawah sejak musibah terjadi hingga saat ini. Koordinasi yang beliau bangun sangat membantu mempercepat penertiban area pasar,” ujar perwakilan GEPPAR.

Di lokasi, personel Kecamatan Siantar Utara terlihat bahu-membahu dengan petugas PD-PHJ untuk menertibkan bangunan liar, dibantu oleh BPBD Kota Pematangsiantar di bawah komando Dedy Idris Harahap, S.T.P., M.Si., yang bergerak cepat membersihkan puing-puing sisa kebakaran.

​Dukungan Sosial bagi Pedagang
​Sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap pemulihan ekonomi warga, bantuan sosial kepada para pedagang terdampak telah mulai disalurkan sejak Rabu, 24 Juni 2026. Setiap pedagang yang terdampak kebakaran menerima bantuan sebesar Rp10 juta. Teknis penyaluran bantuan sosial ini dikoordinir secara ketat oleh Dinas Koperasi dan UKM serta Perdagangan bersama PD. PHJ.

Pemulihan Ekonomi Menjadi Prioritas
Direktur Utama PD-PHJ, Bolmen Silalahi, S.P., menyatakan bahwa langkah dialogis tengah ditempuh melalui koordinasi dengan 276 pedagang terdampak terkait teknis renovasi kios. Pihak PD-PHJ memastikan bahwa proses ini akan terus dikawal agar aktivitas ekonomi segera pulih.

“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan area pasar kembali kondusif. Kami terus berkoordinasi intensif dengan Bapak Camat Siantar Utara untuk memastikan transisi ini berjalan aman dan nyaman bagi para pedagang,” ungkap Bolmen.

GEPPAR menegaskan akan terus mengawal proses pemulihan ini. Dukungan penuh diberikan kepada jajaran Pemkot Pematangsiantar agar para pedagang di Pasar Dwikora dapat segera kembali berjualan dan menata kembali perekonomian keluarga mereka.(KDM07)