Media Sinergitas TNI-Polri News,ASAHAN –
Di era digital ini, seragam loreng bukan satu-satunya identitas seorang prajurit. Layaknya masyarakat umum, jemari kita pun akrab dengan layar gawai, menggulir linimasa, dan membagikan cerita sehari-hari.
Namun, ada pesan mendalam yang disuarakan oleh Yonif TP 954 Naga Berkisar: Jari bisa menjadi kawan, tapi bisa juga jadi lawan.
Melalui kampanye “Gunakan Media Sosial dengan Bijak dan Bertanggung Jawab”, terselip sebuah pengingat humanis yang menyentuh esensi terdalam pengabdian: Jaga Diri, Jaga Keluarga, Jaga Satuan, Jaga NKRI, dan Raih Prestasi.
Kenapa Gerakan Ini Begitu Relevan?
Bukan Sekadar Aturan, Tapi Bentuk Cinta: Larangan mengunggah lokasi satuan, alutsista, atau informasi rahasia bukan sekadar birokrasi, melainkan cara melindungi keselamatan diri dan keluarga tercinta di rumah.
Filter Saring Sebelum Posting: Di tengah gempuran hoaks dan konten negatif seperti judi online atau pinjol prajurit diingatkan untuk menjadi mercusuar keteladanan yang menyebarkan hal-hal positif dan edukatif.
Ruang Kreativitas Tanpa Batas: Medsos tetaplah sahabat jika digunakan untuk menimba ilmu, membangun citra positif bangsa, dan mempererat silaturahmi, bukan malah menjadi sumber masalah.
“Jadikan Media Sosial Sarana Kemanfaatan, Bukan Sumber Masalah.”
Pesan ini tidak hanya berlaku bagi prajurit TNI AD, tetapi juga tamparan hangat bagi kita semua selaku warganet. Sudahkah jemari kita hari ini membawa kedamaian, atau justru perpecahan? (Kdm07)
#NagaBerkisar #BijakBermediaSosial #TNIAD #PrajuritCerdas #SaringSebelumPosting #JariBisaJadiLawan #Viral #TNIHumanis #Asahan`




