Scroll Untuk Lanjut Membaca

Media Sinergitas TNI-Polri News,Simalungun –

Upaya mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak terus didorong melalui edukasi dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Hal itu dilakukan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa IAIDU Asahan di Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (7/8/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor MUI Kecamatan Bosar Maligas tersebut, Babinsa Koramil 07/Bosar Maligas Kodim 0207/Simalungun, Serka Bima Mandala Putra, turut hadir bersama mahasiswa KKN dan unsur pemerintah serta masyarakat.

Sosialisasi mengangkat tema “Bersama Mewujudkan Lingkungan yang Aman, Nyaman dan Bebas dari Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.”
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan kekerasan, sekaligus membangun kepedulian bersama terhadap perlindungan perempuan dan anak di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi dengan masyarakat. Peran aparat kewilayahan tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga mendukung berbagai kegiatan sosial dan edukasi yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Bosar Maligas Rosmardiah Purba, Direktur LKBH Fakultas Syariah IAIDU Asahan Khairul Rizki, Advokat/Lawyer Babby Apriandani, perwakilan Polsek Bosar Maligas Kanit Polsek Bosar Maligas Iptu Tarigan, Kepala Puskesmas Bosar Maligas Otnilda Delsa Br. Sitorus, para lurah/pangulu se-Kecamatan Bosar Maligas, mahasiswa KKN IAIDU Asahan serta masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan semakin memahami pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Pencegahan kekerasan dinilai membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari keluarga, masyarakat, pemerintah hingga aparat kewilayahan.

Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat untuk berani mencegah, melindungi dan melaporkan apabila menemukan adanya tindakan kekerasan terhadap perempuan maupun anak.

Bagi Babinsa, keterlibatan dalam kegiatan sosial seperti ini juga menjadi bagian dari komunikasi sosial untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendukung terciptanya kondisi wilayah yang aman, nyaman dan kondusif.(Pendim0207/SML).