Media Sinergitas TNI-Polri News,P.Siantar,/ Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pematangsiantar, Erwin Freddy Siahaan, MBA (Hons) BM melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2026 untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait berbagai persoalan sosial di Kota Pematangsiantar.
Kegiatan tersebut membahas berbagai isu penting seperti prosedur bantuan sosial (bansos), pelayanan kesehatan BPJS, hingga pembangunan daerah.
Dalam reses tersebut, Erwin Freddy Siahaan menjelaskan bahwa prosedur penyaluran bansos harus dilakukan sesuai dengan data yang valid agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Ia juga menyinggung adanya perubahan data penerima bansos, dimana masyarakat yang dinilai sudah mampu secara ekonomi secara otomatis tidak lagi masuk dalam kategori penerima bantuan.
“Kami mengimbau masyarakat agar memberikan data yang benar kepada petugas dinas sosial. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat menentukan apakah seseorang masih layak menerima bansos atau tidak,” ujar Erwin.
Kegiatan reses ini turut dihadiri oleh Camat Sitalasari, Suriadi, serta Wakil Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Pematangsiantar, Wijaya Sitorus. Dalam kesempatan itu, para peserta juga mendorong peningkatan kinerja serta pelayanan sosial bagi masyarakat.
Aspirasi Warga Mengemuka Pada sesi tanya jawab, sejumlah warga menyampaikan berbagai keluhan dan aspirasi. Salah satunya disampaikan oleh Jhon Efendy Purba yang mempertanyakan beberapa persoalan di masyarakat, antara lain Sebagai Berikut :
- Status tanah wakaf untuk lokasi kuburan umum.
- Permintaan ambulans gratis bagi warga yang meninggal dunia.
- Perkembangan pembangunan di masa pemerintahan saat ini.
- Permasalahan lampu penerangan jalan.
- Penyaluran bansos yang dinilai masih belum tepat sasaran.
- Program Koperasi Merah Putih.
- Kondisi ekonomi masyarakat yang terdampak kenaikan harga dan rendahnya daya beli.
- Pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang dinilai masih kurang maksimal.
Selain itu, seorang warga bernama Leni Saragih Sumbayak mengaku pernah menerima bantuan BLT pada tahun 2024, namun saat ini tidak lagi menerima bantuan, termasuk beras program BNPT. Ia menyebut telah mendatangi kantor dinas sosial dan kantor lurah, namun belum mendapatkan kejelasan.
Keluhan juga datang dari Berta, seorang penjahit yang mengaku belum pernah menerima bantuan sosial apa pun. Padahal, relawan pendataan sudah pernah datang ke rumahnya, namun hingga kini tidak ada tindak lanjut terkait bantuan.
Tanggapan DPRD dan Dinas Sosial Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Erwin Freddy Siahaan menyampaikan bahwa sejumlah persoalan akan dibahas lebih lanjut di DPRD, termasuk melalui rapat paripurna maupun pembahasan di komisi terkait.
Ia juga menegaskan bahwa Komisi I DPRD yang membidangi pemerintahan akan menindaklanjuti beberapa persoalan, termasuk pelayanan kesehatan. DPRD juga berencana memanggil Dinas Kesehatan agar meminta rumah sakit meningkatkan pelayanan kepada pasien pengguna BPJS.
“Terkait warga yang belum mendapatkan bantuan, kami akan memprioritaskan laporan tersebut dan berupaya menjembatani agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat menerima bantuan,” katanya.
Erwin juga menyebutkan pihaknya akan membantu menjembatani masyarakat terkait Program Indonesia Pintar (PIP) melalui koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Raja Bane Manalu melalui perantara Rudi.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Pematangsiantar, Agustina Sihombing, menjelaskan bahwa terkait tanah wakaf untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU), lahan tersebut memang sudah dibeli pada masa pemerintahan sebelumnya, namun masih berupa tanah kosong dan belum masuk dalam perencanaan anggaran pembangunan TPU.
“Terkait pemakaman ataupun kebutuhan ambulans untuk warga yang meninggal, Dinas Sosial siap membantu,” ujar Agustina.Ia juga menambahkan bahwa pendataan ulang penerima bansos akan dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Oleh karena itu masyarakat diminta memberikan data yang benar dan akurat saat proses pendataan.
Selain itu, melalui Dinas Tenaga Kerja dan Sosial, pemerintah juga rutin melakukan sosialisasi lowongan kerja. Masyarakat yang masih menganggur diimbau aktif mengikuti informasi tersebut agar memiliki kesempatan memperoleh pekerjaan.
Lalu acara ditutup dengan Doa Bersama, dan akhir kegiatan reses, Erwin Freddy Siahaan menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir dan memberikan berbagai masukan serta aspirasi.
“Walaupun cuaca sedang hujan, masyarakat tetap semangat hadir dalam kegiatan ini. Kami sangat mengapresiasi semua aspirasi yang disampaikan,” ungkapnya. (D2D)




