Media Sinergitas TNI-Polri News,JAKARTA —
Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Suyudi Ario Seto, menerima audiensi dari ahli terapi rehabilitasi, dr. Sonya, di ruang kerjanya di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (28/9). Pertemuan ini fokus membahas penguatan kolaborasi strategis dalam edukasi bahaya narkotika, optimalisasi layanan rehabilitasi, serta upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ancaman narkotika yang kian berkembang.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BNN RI menyambut baik dan menyatakan bahwa setiap gagasan serta inisiatif konstruktif terkait penanganan permasalahan narkotika akan dikaji secara mendalam oleh jajarannya. Ia menegaskan bahwa BNN senantiasa membuka ruang kerja sama yang seluas-luasnya guna memperkuat mitigasi dan penanggulangan narkotika, khususnya melalui pendekatan rehabilitasi dan pascarehabilitasi yang komprehensif.
Lebih lanjut, Kepala BNN RI menyoroti pentingnya mengubah stigma masyarakat terhadap layanan rehabilitasi agar tidak lagi dipandang sebagai hal yang menakutkan.
Menurutnya, edukasi publik yang masif sangat dibutuhkan agar masyarakat memahami bahwa fasilitas rehabilitasi adalah ruang aman bagi para penyalah guna untuk mendapatkan dukungan pemulihan yang tepat.
“Edukasi kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar berbagai bentuk dan modus penyalahgunaan narkotika yang semakin beragam dapat dikenali sejak dini,” ujar Kepala BNN RI.
Selain isu rehabilitasi konvensional, audiensi ini juga menyoroti maraknya penggunaan rokok elektrik atau vape di tengah masyarakat. Perhatian khusus diberikan pada temuan kerentanan produk vape yang kerap disusupi oleh narkotika dan zat psikotropika baru (New Psychoactive Substances / NPS).
Sebagai langkah antisipasi, BNN RI menyatakan keterbukaannya untuk berkolaborasi melalui berbagai platform edukasi modern mulai dari talkshow hingga pemanfaatan media sosial guna mengupas tuntas bahaya narkotika, ancaman terselubung pada produk vape, serta urgensi pemulihan melalui rehabilitasi.
Melalui sinergi ini, BNN berharap jangkauan edukasi kepada masyarakat dapat semakin luas, sekaligus memperkuat pesan bahwa penanggulangan permasalahan narkotika merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa.
#WarOnDrugsForHumanity
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN RI




