Media Sinergitas TNI-Polri News,SIMALUNGUN —

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Malam Minggu yang seharusnya menjadi waktu istirahat yang tenang, hampir berubah menjadi mimpi buruk di kawasan Simpang Tanjung Purba, Nagori Cingkes. Berkat respons kilat Polsek Dolok Silau, rencana tawuran berdarah yang melibatkan belasan remaja bersenjata tajam jenis kelewang berhasil digagalkan sebelum sempat memakan korban.

 

Aksi sigap ini dikonfirmasi langsung oleh Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, Minggu (13/9/2026). Ia menegaskan bahwa langkah cepat ini merupakan wujud nyata kehadiran negara untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

 

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata Polri untuk masyarakat, di mana Polres Simalungun senantiasa berintegritas dan humanis dalam melayani, mengutamakan reaksi cepat demi menghadirkan kedamaian bagi warga,” ujar AKP Verry.

 

 

Misi Kilat di Tengah Gerimis Malam

Peristiwa menegangkan ini bermula dari laporan masyarakat yang resah pada Minggu dini hari sekitar pukul 00.15 WIB. Sekelompok anak muda terpantau berkumpul dan bersiap menggelar aksi tawuran di jalur Cingkes menuju Nagori Bawang.

 

Tak butuh waktu lama, perintah komando langsung turun dari Kapolsek Dolok Silau, AKP M. Nasir Daulay, SH. Bersama Kanit Reskrim IPDA Hendrawan Sembiring dan Kanit Sabhara Bripka PSH Padang, personel langsung meluncur ke lokasi.

 

Hebatnya, meskipun cuaca malam itu mendung dan diguyur hujan gerimis, semangat para anggota kepolisian tidak surut sedikit pun. Setibanya di lokasi, kecurigaan warga terbukti: belasan remaja kedapatan menenteng senjata tajam jenis kelewang yang siap digunakan.

 

Sanksi Tegas Berujung Pembinaan Bersama Tokoh Masyarakat

Alih-alih langsung melakukan penahanan hukum berat, Polsek Dolok Silau mengambil langkah preventif yang menyentuh akar masalah. Sebanyak 13 remaja digelandang ke Mako Polsek untuk diamankan.

 

Tidak berhenti di situ, polisi juga memanggil seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Pangulu Cingkes, Pangulu Tanjung Purba, Kepala Desa Rumamis, hingga Kepala Desa Tiga Panah, serta menghadirkan para orang tua remaja bersangkutan.

Dari pertemuan tersebut, tercipta solusi jangka panjang:

 

Para remaja dan orang tua menandatangani surat pernyataan resmi di hadapan para kepala desa untuk tidak mengulangi perbuatan berbahaya tersebut.

Diberikan pembinaan mental dan edukasi agar para generasi muda ini menyadari bahaya kekerasan jalanan.

 

“Kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya soal penindakan, tetapi juga pembinaan dan edukasi agar generasi muda terhindar dari perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” tutup AKP Verry Purba.

 

Berkat kolaborasi apik antara polisi, perangkat desa, dan orang tua, situasi di wilayah hukum Polsek Dolok Silau kini kembali terpelihara dalam keadaan yang aman, damai, dan kondusif.(kdm07)