‎Media Sinergitas TNI-Polri News, Mencuapnya kepublik Terkait Dana Hibah Bantuan Korban Banjir Di Kota Medan Dengan Nilai Yang Fantastis Yaitu Rp 1,5 Triliun, Namun Bantuan dana itu dari Bank Dunia yang seyogiyanya digunakan untuk penanganan banjir di Kota Medan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

 

Namun Beberapa kali terjadinya Banjir Dikota Medan,Pemko Medan tidak ada transparansi ke masyarakat terkait adanya Hal Bantuan Bank Dunia kusus Korban Banjir di Kota Medan Dengan nilai yang sangat Fantastis.dan anggaran tersebut tidak digunakan tidak tepat sasaran .

 

Lalu anggaran tersebut berbeda dengan anggaran APBD Pemko Medan yang mencapai Rp 1 Triliun,akan tetapi terbongkarnya Anggaran tersebut,Setiap tahunnya sejak Tahun 2022, anggaran tersebut lancar digunakan. Namun hasilnya sangat mengecewakan.

 

Penggunaan anggaran tidak tepat sasaran alias asal asalan dan terbukti masalah banjir di Medan hingga saat ini tak kunjung teratasi.

 

Hal ini diketahui saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Di Komisi IV Dengan Dinas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemko Medan selaku Ketua Tim Pokja ketangguhan penanganan banjir dan Dinas Perkimcikataru.

 

 

Terkait Hal Tersebut,Ketua Penggerak Kolaborasi Anak Muda Sumut Millenial (KAM Sumut Millenial) bernama Try Aditya Angkat bicara langsung,Saat ketemu dengan awak media di warkop Agam Multatuli medan mengatakan, ” untuk Hal ini Sudah sangat keterlaluan Pemko Medan,Kenapa Sampai DPRD Kota Medan Komisi IV langsung tunggu Ungkap tegas saat RDP,Baru bisa jujur,kenapa tidak transparan Ke Masyarakat Kota Medan Dana Bantuan Tersebut Untuk Banjir emang ada dari Bank Dunia Sekitar Rp 1,5 T ” ucapnya di hadapan awak media (29/11/2025)

 

 

Aditya Mendetailkan,Berarti selama ini,Anggaran dana hibah bantuan tersebut diduga di benamkan di bank dan di sinyalir di korupsi berjamaah .

 

” Kejagung Republik Indonesia Harus Segera usut dana hibah Bantuan Banjir Kota Medan yang nilainya sangat Fantastis tersebut,Selama ini Pemko Medan ke masyarakat yang ada terdampak banjir tidak pernah ada transparansi terkait dana hibah ini .

 

Serta Kami sangat berterima kasih kepada DPRD Kota Medan yaitu Komisi IV,Sudah membongkar Hal ini di RDP (Rapat Dengar Pendapat).Jika tidak mereka para elit pejabat pemko Medan pasti sudah diam – diam saja,Tidak ada transparansi ke masyarakat untuk dana tersebut “. Ucap Aditya dengan kesal

 

 

Bukan itu saja KAM Sumut Millenial juga berharap dalam hal ini Kejagung Republik Indonesia,Harus segera Usut Dana Hibah ini Selama berapa lama ,sudah dana tersebut di salurkan ke Pemko Medan ,lalu dikemanakan saja .

 

Serta untuk hal itu Kolaborasi Anak Muda Sumut Millenial,Akan ambil langkah – langkah investigasi Data akurat kembali ,serta berapa banyak anggaran itu di salurkan ke masyarakat untuk terkait banjir.lalu Kolaborasi Anak Muda Sumut Millenial Akan laporkan secara resmi Pemko Medan ke Kejagung Republik Indonesia Terkait Dana Hibah Rp 1,5 T yang tidak ada disalurkan Pemko Medan dengan tepat sasaran .(Drial)