SIARAN PERS NO. 160/SP/HM.01.02/POLKAM/5/2026
Media Sinergitas TNI-Polri News,Polkam, Ogan Komering Ilir –
Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) memastikan kesiapan operasional PT Multipar Pertahanan Indonesia (MPI) dalam mendukung pemenuhan kebutuhan munisi nasional melalui peninjauan langsung fasilitas produksi munisi kaliber 5,56 mm di kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, pada Kamis (7/5/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Kolonel Cke Edi Surohmat S.T.B., M.Sc. selaku Kepala Bidang Kerja Sama Pertahanan (Kabid Kermahan), yang mewakili Asisten Deputi Bidang Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan.
Dalam sambutannya, Kabid Kermahan menegaskan pentingnya peran Kemenko Polkam dalam membangun fungsi koordinasi dan sinkronisasi kebijakan di bidang penguatan industri pertahanan nasional, sebagai bagian dari upaya penguatan kekuatan, kemampuan, dan kerja sama pertahanan.
“Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kesiapan fasilitas dan kapasitas PT MPI sebagai bagian dari ekosistem industri pertahanan nasional; memperoleh gambaran terkait peluang, tantangan, dan kebutuhan dukungan kebijakan guna pengembangan industri pertahanan ke depan,” ujar Edi.
Pembangunan pabrik amunisi PT MPI berawal dari pengalaman perusahaan sebagai mitra TNI dan Polri dalam pengadaan senjata serta amunisi ringan sejak 2009, termasuk menjalin kerja sama dengan sejumlah produsen luar negeri.
Selain itu, kehadiran pabrik tersebut turut didukung oleh terbitnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan kebijakan Kementerian Pertahanan RI yang memberikan ruang bagi sektor swasta untuk membangun industri amunisi di pulau-pulau besar di luar Pulau Jawa.
Dalam hal ini, Kemenko Polkam memandang pengembangan industri pertahanan perlu berjalan sejalan dengan kebijakan strategis nasional. Karena itu, dibutuhkan sinergi antar lembaga serta koordinasi lintas sektor yang lebih kuat agar kapasitas industri pertahanan nasional dapat dimanfaatkan secara maksimal guna mendukung kepentingan pertahanan negara.
“Kami berharap pengembangan industri pertahanan nasional tidak hanya memperkuat kemandirian alutsista, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem industri yang terintegrasi, berdaya saing, dan mendukung kepentingan strategis nasional,” tambah Edi.(red)




