Media Sinergitas TNI-Polri News,MEDAN –

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Predikat Akreditasi Paripurna yang disandang RSU Vina Estetica Medan kini menuai sorotan tajam dan kecaman dari pihak keluarga pasien. Status akreditasi tingkat tertinggi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) yang seharusnya menjamin standar pelayanan medis prima, justru berbanding terbalik dengan kenyataan pahit yang dialami oleh seorang bayi yang masuk ke rumah sakit tersebut pada 13 Juni 2026.

Zulfadly Hariadi Panggabean, orang tua dari bayi yang menjadi pasien, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas dugaan kelalaian dan buruknya penanganan medis di RSU Vina Estetica. Ia menilai, pelayanan yang diterima anaknya jauh dari standar prosedur operasional (SPO) yang seharusnya dipenuhi oleh rumah sakit berpredikat paripurna.

“Paripurna” Hanya di Atas Kertas?
Kekecewaan keluarga memuncak ketika kondisi bayi berada dalam situasi emergency, namun dokter penanggung jawab justru tidak berada di tempat (standby). Ketiadaan dokter dalam situasi kritis menjadi bukti nyata adanya celah serius dalam manajemen pelayanan gawat darurat rumah sakit tersebut.

“Kami datang mencari kesembuhan, bukan untuk diabaikan. Ketika situasi kritis terjadi, dokter tidak ada di lokasi. Ini adalah bentuk pengabaian terhadap nyawa manusia,” ujar Zulfadly dengan nada geram.

Lebih lanjut, pihak keluarga mengaku berkali-kali mencoba meminta penjelasan mengenai kondisi terkini dan langkah penanganan medis kepada pihak dokter, namun tidak pernah mendapatkan jawaban yang memuaskan atau transparan. Komunikasi yang buntu ini menambah daftar panjang ketidakprofesionalan yang dirasakan keluarga.

Pelanggaran Standar Akreditasi dan Hak Pasien
Kasus ini memicu pertanyaan besar bagi publik dan regulator kesehatan terkait efektivitas pengawasan akreditasi. Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, setiap rumah sakit diwajibkan memberikan pelayanan yang memenuhi standar mutu, keselamatan pasien, dan menjamin hak-hak pasien untuk mendapatkan informasi yang jelas.

Tindakan RSU Vina Estetica yang diduga mengabaikan standar emergency dan menutup akses informasi bagi keluarga pasien merupakan pelanggaran serius yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan di Kota Medan.

Tuntutan Evaluasi Menyeluruh
Atas kejadian ini, pihak keluarga mendesak:
Dinas Kesehatan Kota Medan dan KARS untuk segera melakukan audit investigatif terhadap pelayanan di RSU Vina Estetica.

Manajemen RSU Vina Estetica memberikan pertanggungjawaban terbuka atas minimnya penanganan dan ketiadaan dokter saat kondisi gawat darurat.

Peninjauan kembali terhadap status Akreditasi Paripurna rumah sakit tersebut agar tidak ada lagi korban lain yang dirugikan oleh pelayanan yang tidak sesuai standar.

Pihak keluarga menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, demi keadilan bagi sang buah hati dan sebagai pelajaran bagi pihak rumah sakit untuk tidak mempermainkan nyawa pasien demi mengejar predikat administratif semata.(KDM07)