Media Sinergitas TNI-Polri News,SIMALUNGUN —
Suhu di kawasan wisata Danau Toba mendadak memanas. Aksi damai yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa-Pemuda Peduli Danau Toba (AMPDT) di depan Hotel Khas Parapat, Kabupaten Simalungun, berujung pada aksi bakar ban di depan pintu utama hotel, Sabtu (19/9/2026) sore.
Aksi yang awalnya berjalan tertib sejak pukul 15.00 WIB berubah memanas setelah massa merasa pihak manajemen hotel menutup diri dan gagal memberikan jawaban memuaskan terkait sejumlah tuntutan krusial yang diajukan.
Desakan Lingkungan hingga Hak Pekerja
Koordinator Aksi I, Darma Naibaho, menegaskan bahwa pihaknya mendesak keterbukaan data yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan kelestarian lingkungan sekitar Danau Toba. Sejumlah poin utama yang disuarakan meliputi:
Transparansi IPAL dan Lingkungan: Meminta dokumen pengelolaan limbah, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta dokumen AMDAL atau UKL-UPL dibuka ke publik.
Legalitas dan CSR: Meminta kejelasan status HGU/HGB, serta laporan penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) selama lima tahun terakhir beserta penyerapan tenaga kerja lokal.
Kesejahteraan Buruh: Menuntut pembayaran hak upah lembur bagi karyawan maupun eks karyawan hotel.
Evaluasi Total: Mendesak audit manajemen secara menyeluruh hingga pencopotan General Manager Hotel Khas Parapat dan Direktur Utama PT Hotel Indonesia Properti oleh Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN.
“Persoalan ini bukan hanya menyangkut hotel, tetapi juga menyangkut lingkungan Danau Toba, masyarakat sekitar, dan kehidupan para pekerja,” tegas Jhony Barimbing, salah satu massa aksi.
Ultimatum Satu Minggu dan Ancaman Aksi Nasional
Merasa tidak mendapat kejelasan di tempat, massa sempat menerobos masuk ke area hotel untuk mendesak manajemen. Menjelang malam, aksi berangsur kondusif dan massa membubarkan diri secara bertahap.
Kendati demikian, AMPDT memberikan ultimatum tegas selama satu minggu kepada pihak manajemen. Jika dalam kurun waktu tersebut tidak ada langkah nyata atau tanggapan resmi, mereka mengancam akan kembali dengan kekuatan massa yang jauh lebih besar.
Tidak hanya berhenti di Parapat, AMPDT juga siap membawa gelombang protes ini langsung ke ibu kota dengan menggelar aksi lanjutan di depan Kantor Injourney Hospitality di Jakarta.(KDM07)




