Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Media Sinergitas TNI-Polri News,Jakarta – Dalam sejarah panjang Pasukan Pengamanan Presiden, terselip sebuah kisah langka yang sarat makna: untuk pertama kalinya, tongkat komando pasukan elit ini dipegang oleh seorang ayah, lalu dilanjutkan oleh sang anak. Sebuah warisan kehormatan yang tak hanya mencerminkan garis keturunan, tetapi juga dedikasi luar biasa kepada negara.

 

Sosok ayah tersebut adalah Norman Sasono, perwira dari Corps Polisi Militer (CPM) yang mencatat sejarah sebagai Danpaspamres ke-2 pada periode 1965–1972. Ia memimpin di masa yang sangat krusial, pasca terjadinya Gerakan 30 September 1965. Setelah pembubaran pasukan pengawal presiden sebelumnya, Tjakrabirawa, pemerintah membentuk satuan baru, dan Norman dipercaya menjadi komandan untuk mengawal stabilitas negara di tengah situasi genting.

 

Kariernya terus menanjak. Ia pernah menjabat sebagai Kasdam V/Jayakarta, Pangdam XII/Tanjungpura, hingga Pangdam V/Jayakarta sebuah posisi strategis yang hanya diisi oleh perwira kepercayaan Presiden Soeharto. Norman dikenal sebagai sosok tegas, loyal, dan memiliki pengaruh besar dalam lingkaran militer Orde Baru. Ia wafat pada 20 November 1997 dan dimakamkan dengan penghormatan militer di TMP Kalibata.

 

Jejak pengabdian itu tak berhenti. Sang putra, Marciano Norman, melanjutkan warisan tersebut dengan caranya sendiri. Lulusan Akademi Militer 1978 ini meniti karier dari satuan kavaleri, berbeda dari ayahnya yang berasal dari Polisi Militer. Namun, satu hal yang sama: dedikasi tanpa kompromi.

 

Puncaknya, Marciano dipercaya menjadi Danpaspampres ke-17 pada periode 2008–2010 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia memimpin pasukan pengawal presiden dengan profesionalisme tinggi, menjaga keselamatan kepala negara dengan standar keamanan modern.

 

Kariernya terus bersinar: dari Pangdam Jaya, Dankodiklat TNI AD, hingga akhirnya menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara pada 2011–2015. Sebuah perjalanan yang menegaskan bahwa ia bukan sekadar “anak seorang jenderal,” melainkan pemimpin besar dengan kapasitasnya sendiri.

 

Kisah Norman Sasono dan Marciano Norman adalah bukti bahwa pengabdian kepada bangsa bisa menjadi warisan yang hidup diturunkan bukan hanya melalui nama, tetapi melalui integritas, disiplin, dan keberanian. Dari ayah ke anak, dari masa ke masa, mereka menjaga Indonesia dari garis terdepan dalam diam, namun penuh kehormatan.

Sumber : SIndonews

#Paspampres #MarcianoNorman #NormanSasono #TNI #SejarahIndonesia #JenderalIndonesia #PengawalPresiden