Scroll Untuk Lanjut Membaca

Media Sinergitas TNI-Polri News,JAKARTA, 3 Mei 2026 –

 

Laut dijaga kapal perang. Demokrasi dijaga pena jurnalis. Dua kekuatan itu ditegaskan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali saat memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia, Sabtu 3/5/2026.

 

Di tengah arus disinformasi dan hoaks, Kasal menyatakan TNI AL berkomitmen penuh merawat sinergitas dengan insan pers nasional & internasional sebagai pilar kedaulatan informasi.

 

*KASAL: “PERS ITU MERCUSUAR, TNI AL ITU PENJAGANYA”*

“Hari Kebebasan Pers Sedunia bukan sekadar seremoni. Ini alarm bahwa kebebasan berbicara harus dijaga bareng-bareng. TNI AL paham betul: tanpa pers yang merdeka, tugas kami menjaga laut akan sepi dari pengawasan publik,” tegas Laksamana TNI Muhammad Ali.

 

3 Komitmen TNI AL untuk Pers:

Pintu Terbuka: Akses informasi kegiatan operasi, latihan, diplomasi maritim, hingga bakti sosial TNI AL dibuka seluasnya sesuai koridor hukum.

Jamin Keselamatan: Jurnalis yang meliput di kapal perang, pangkalan, atau daerah operasi dijamin keselamatannya. SOP peliputan militer disosialisasikan.

Lawan Hoaks Bareng: TNI AL siap jadi narasumber cepat untuk verifikasi isu maritim. “Jangan biarkan hoaks lebih cepat dari kapal selam,” seloroh Kasal.

 

*APRESIASI UNTUK JURNALIS GARDA DEPAN*

Kasal menyampaikan hormat kepada jurnalis yang meliput dari geladak KRI di Laut Natuna Utara, perbatasan Ambalat, hingga misi perdamaian dunia. “Kalian tidur di bui, dihantam ombak, demi satu berita akurat. Itu patriotisme bentuk lain,” ujarnya.

 

TNI AL mencatat, sepanjang 2025-2026 ada *312 kegiatan TNI AL diliput 1.200+ jurnalis,Dari evakuasi korban di laut, penangkapan illegal fishing, sampai diplomasi Multilateral Naval Exercise Komodo.

 

*PESAN KASAL DI HARI KEBEBASAN PERS 2026*

 

Untuk Pers: Terus pegang kode etik. Jadilah wasit informasi, bukan pemain hoaks.

Untuk Prajurit: Jangan alergi wartawan. Mereka mitra, bukan musuh. Layani dengan data, bukan dengan larangan.

Untuk Publik: Kritis boleh, fitnah jangan. Cek dulu sebelum sebar.

 

“Indonesia poros maritim dunia. Narasi kejayaan laut kita harus ditulis bersama TNI dan pers. Kalau laut kita jaga pakai KRI, maka kebenaran kita jaga pakai pena,” tutup Laksamana TNI Muhammad Ali.

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut adalah komponen utama pertahanan negara di laut. Tugas: menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, keselamatan bangsa di laut, diplomasi angkatan laut, serta pemberdayaan wilayah pertahanan laut.(kdm07/)

 

#TNIAL #PersMerdeka #3Mei #JurnalismeSehat #IndonesiaMaju