Media Sinergitas TNI-Polri News,Simalungun, 3 Mei 2026 –
Minggu pagi yang tenang di Nagori Rambung Merah mendadak berubah jadi duka kedua. Warga yang hendak ziarah ke TPU Muslim Jalan Mawar, Huta II, justru menemukan pemandangan yang bikin bulu kuduk berdiri: satu liang lahat menganga, tanah berserakan, dan kain kafan putih tergeletak di luar.
Makam itu milik Muhammad Yatim, kakek 84 tahun yang baru 1 bulan disemayamkan. Jenazahnya raib. Kain kafannya dibuang.jasadnya dimakamkan pada Selasa (24/3/2026) di TPU Muslim Jalan Mawar Huta II, Nagori Pamatang Simalungun.
“Ini bukan kerja maling biasa. Maling kain kafan biasanya ambil kafannya, bukan jasadnya. Ini terbalik,” bisik seorang warga.
BENARKAH PESUGIHAN? PANGULU BUKA SUARA
Isu mistis langsung liar. Tapi Pangulu Mangihut buru-buru meredam: “Jangan kaitkan ke ilmu hitam. Dugaan kuat ini ulah ODGJ.”
Alasan Pangulu:
Pernah terjadi: “Tahun lalu ODGJ yang sama kepergok gali makam di sini. Warga halau.”
Modus janggal: Ritual pesugihan incar kain kafan, rambut, atau organ. Ini kain kafan dibuang, jasad yang diambil.
Pelaku dikantongi: “Sudah teridentifikasi. Sering tidur di pos dekat TPU. Bukan orang jauh.”
KELUARGA KEDUA KALI TERLUKA
Almarhum Muhammad Yatim baru wafat 24 Maret 2026. Luka keluarga belum kering, kini harus terima kenyataan makam ayahnya diacak-acak. “Kami cuma minta jenazah Bapak dikembalikan baik-baik. Biar tenang di alam sana,” ucap salah satu cucu korban sambil menahan tangis.
POLISI & DINSOS TURUN TANGAN
Polsek Siantar: Garis polisi dipasang. Tim Inafis olah TKP. Pelaku diburu.
Pemerintah Nagori: Surat ke Dinsos Simalungun sudah dikirim hari ini. Minta ODGJ segera dievakuasi & direhabilitasi.
Imbauan keras: “Warga jangan main hakim sendiri. Ini ranah hukum dan kemanusiaan,” tegas Pangulu Mangihut.(KDM07)
#Empati #Simalungun #BeritaDuka #HargaiSesama #SinergitasTNIPolri




