Media Sinergitas TNI-Polri News,PEMATANG SIANTAR –

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kondisi infrastruktur di Kota Pematang Siantar kembali menjadi sorotan tajam setelah insiden kecelakaan tunggal terjadi di Jl. Gereja, Kelurahan Martimbang, Kecamatan Siantar Selatan, pada Kamis malam (11/06/2026).

Sumantri, seorang warga yang beralamat di Jl. Rakuta Sembiring, Lorong 20, menjadi korban terbaru akibat buruknya kondisi jalan di lokasi tersebut. Korban mengalami luka-luka di bagian wajah, tangan, dan kaki setelah terjatuh dari kendaraannya saat melintasi area jalan yang berlubang.

Proyek Baru, Langsung Rusak dan Membahayakan
Ironisnya, ruas jalan tersebut diketahui baru saja selesai diperbaiki setelah sebelumnya sempat ambruk akibat jebolnya pemasangan gorong-gorong. Namun, perbaikan yang dilakukan tampak tidak permanen dan kini meninggalkan lubang yang cukup dalam.

Kondisi ini sangat membahayakan pengendara, terutama di malam hari atau saat hujan turun, di mana lubang tertutup genangan air.

“Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Pematang Siantar, Sofian, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait pertanggungjawaban atas kondisi jalan yang membahayakan warga tersebut.”

Himbauan Kepada Masyarakat
Mengingat kondisi lubang jalan yang sudah sangat memprihatinkan dan berpotensi kembali menelan korban, masyarakat diimbau untuk:

Ekstra Waspada: Selalu berhati-hati saat melintasi Jl. Gereja, terutama pada malam hari atau saat kondisi cuaca hujan.

Kurangi Kecepatan: Hindari memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di area yang sedang dalam perbaikan atau tampak tidak rata.

Laporkan Kondisi Jalan: Jika melihat titik kerusakan baru, segera laporkan kepada pihak berwenang atau melalui kanal pengaduan resmi pemerintah kota agar segera mendapat penanganan sebelum jatuh korban berikutnya.

Gerakan Pendukung Presiden Dan Aspirasi Rakyat (GEPPAR) mendesak Pemerintah Kota Pematang Siantar, khususnya Dinas PUTR, untuk segera turun tangan melakukan perbaikan yang layak dan permanen, bukan sekadar tambal sulam yang justru menciptakan jebakan maut bagi pengguna jalan.(kdm07)