Media Sinergitas TNI-Polri News,PEMATANGSIANTAR –
Semangat kebersamaan dan toleransi di Kota Pematangsiantar kembali menemukan momentumnya. Kali ini, narasi persaudaraan tidak hanya didengungkan lewat kata-kata, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan hijau.
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Pematangsiantar menyatakan dukungan penuh terhadap turnamen Futsal antargereja se-Kota Pematangsiantar yang digagas oleh Generasi Emas Ministry.
Kegiatan yang menjaring para pemuda dari berbagai gereja ini dipandang bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, melainkan sebagai “laboratorium” toleransi. Di lapangan, perbedaan latar belakang melebur menjadi satu tujuan:
menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan.
Mengubah Lapangan Menjadi Simbol Persaudaraan
Humas Panitia futsal antar Gereja Sekota Siantar, Williams Jhon Hutapea, menegaskan bahwa inisiatif yang dilakukan oleh Generasi Emas Ministry adalah langkah strategis dalam menjaga kondusivitas kota yang kita cintai.
“Pematangsiantar adalah rumah bagi semua.
Turnamen futsal ini adalah pesan kuat bahwa pemuda kita bisa bersatu tanpa memandang perbedaan. Saat para pemuda berkumpul, berolahraga bersama, dan saling merangkul, di situlah bibit toleransi yang paling kokoh tumbuh,” ujar Jhon Hutapea
Dukungan serupa juga ditegaskan oleh Ketua KNPI Samaul Arif Harahap Kehadiran organisasi kepemudaan ini dalam mendukung turnamen ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam merawat keberagaman. Mereka percaya bahwa dengan memperbanyak ruang perjumpaan antar-pemuda dari berbagai komunitas agama, prasangka dapat terkikis dan rasa saling memiliki sebagai warga Siantar akan semakin menguat.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang adu kemampuan di lapangan futsal, melainkan sebuah wadah yang sangat strategis untuk mempererat tali persaudaraan, membangun kebersamaan, dan memupuk semangat sportivitas di antara pemuda gereja se-Kota Pematangsiantar. Di dalam semangat olahraga, kita belajar tentang kerja sama, kedisiplinan, dan saling menghargai—nilai-nilai yang sejalan dengan semangat oikumenis yang kita junjung tinggi.
Melalui turnamen ini, saya berharap para peserta dapat menunjukkan performa terbaik dengan tetap mengedepankan kasih dan persaudaraan kristiani. Mari kita jadikan event ini sebagai momentum untuk bersatu, memperkuat jaringan antar pemuda gereja, dan membawa dampak positif bagi kemajuan pemuda serta kerukunan di Kota Pematangsiantar yang kita cintai.
Selamat bertanding, jaga sportivitas, dan mari kita tunjukkan bahwa pemuda gereja Pematangsiantar adalah pemuda yang sehat, tangguh, dan bersatu. Ora et Labora.”
Tegas,Jon Roi Tua Purba Ketua DPC GAMKI Kota Pematangsiantar.
Mengajak Seluruh Warga Berpartisipasi
Turnamen ini diharapkan menjadi pemantik bagi kegiatan-kegiatan inklusif lainnya. Tidak hanya berhenti pada olahraga, semangat ini diharapkan menular ke sektor sosial lainnya, mempertegas status Pematangsiantar sebagai kota yang ramah, damai, dan menjunjung tinggi toleransi.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mendukung penuh kegiatan ini. Mari kita ramaikan, berikan semangat kepada para pemain, dan tunjukkan bahwa Siantar adalah kota yang damai, tempat di mana perbedaan dirayakan sebagai kekuatan,” tambahnya.
Semangat yang dibawa oleh Generasi Emas Ministry ini membuktikan bahwa anak muda Pematangsiantar adalah agen perubahan yang kreatif. Mereka mampu mengubah energi negatif menjadi energi positif melalui olahraga, memastikan bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan napas kehidupan sehari-hari masyarakat Pematangsiantar.
Mari kita dukung turnamen ini, mari kita dukung persaudaraan, dan mari kita jaga Pematangsiantar agar terus menjadi mercusuar toleransi di Indonesia. (Kdm07)




