Media Sinergitas TNI-Polri News,PEMATANGSIANTAR –
Suasana arus lalu lintas di Jalan Sisingamangaraja, tepatnya di depan SPBU dekat lampu merah Parluasan, mendadak mencekam pada Senin (6/7/2026). Tiga unit kendaraan terlibat kecelakaan beruntun yang diduga dipicu oleh kegagalan sistem pengereman (rem blong) pada satu unit truk tangki.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula saat dua kendaraan, yakni satu unit truk tangki Pertamina (BK 8799 FI) dan satu unit minibus (BK 1680 WAD), sedang berhenti tertib menunggu lampu lalu lintas berwarna hijau. Tiba-tiba, dari arah belakang, sebuah truk tangki dengan nomor polisi BL 8791 C melaju dan diduga mengalami rem blong.
Karena tidak mampu menghentikan laju kendaraannya, truk tersebut menghantam minibus hingga terdorong ke depan dan menabrak truk tangki Pertamina. Tidak berhenti di situ, truk penyebab kecelakaan juga menyerempet bagian kiri badan truk Pertamina lainnya.
“Kami semua sedang berhenti karena lampu merah. Tiba-tiba truk dari belakang menghantam minibus, lalu menabrak truk kami,” ungkap Sitorus, sopir truk Pertamina yang saat itu tengah dalam perjalanan menuju Pangkalan Brandan.
Dampak dan Penanganan
Akibat insiden ini, arus lalu lintas di kawasan Simpang SPBU Parluasan sempat mengalami kemacetan panjang. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan sebagian kendaraan melalui jalur Pajak Parluasan untuk mengurai kepadatan. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Edukasi: Waspada Bahaya Rem Blong
Kecelakaan ini menjadi pengingat keras bagi kita semua akan pentingnya kelaikan kendaraan. Rem blong merupakan salah satu risiko fatal di jalan raya yang sering kali disebabkan oleh kurangnya perawatan berkala.
Apa yang harus dilakukan pemilik kendaraan?
Perawatan Rutin: Selalu lakukan servis berkala pada sistem pengereman, termasuk pengecekan minyak rem, kampas rem, dan selang udara (pada kendaraan berat).
Waspada Gejala: Jika pedal rem terasa “dalam” atau keras saat diinjak, atau terdengar suara berdecit, segera bawa kendaraan ke bengkel.
Muatan Berlebih: Hindari membawa muatan melebihi kapasitas (overload). Beban yang terlalu berat membuat beban kerja rem menjadi berkali-kali lipat lebih berat, terutama di jalan menurun atau saat harus berhenti mendadak.
Tindakan Darurat: Jika mengalami rem blong, pengemudi disarankan untuk tetap tenang, mencoba melakukan engine brake (menurunkan gigi persneling secara bertahap), dan memanfaatkan rem tangan secara perlahan.
Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Pastikan kendaraan Anda dalam kondisi prima sebelum beraktivitas agar tidak membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Tetaplah waspada dan selalu utamakan keselamatan dalam berkendara. (KDM07/red)




