Media Sinergitas TNI-Polri News,Simalungun –
Mewujudkan desa yang sehat tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, aparat kewilayahan, dan masyarakat. Semangat itulah yang terlihat dalam Rapat Koordinasi Rumah Desa Sehat (RDS) yang berlangsung di Kantor Pangulu Bandar Siantar, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Rabu (29/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 08/Bangun Kodim 0207/Simalungun, Koptu Rudi Prayetno, hadir bersama berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat sebagai bentuk dukungan TNI terhadap upaya peningkatan kualitas hidup warga di tingkat desa.
Rapat dihadiri oleh P3MD Gunung Malela, Kasi PMN Kecamatan Gunung Malela, Pangulu Bandar Siantar Taib Saragih, Kepala Puskesmas Bandar Siantar, Bhabinkamtibmas, pendamping desa, Ketua Maujana, kader Posyandu, kader KB, Kader Pembangunan Manusia (KPM), LPM, Ketua BUMNag, para Gamot, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dibahas secara terbuka, mulai dari kondisi infrastruktur desa hingga peningkatan pelayanan kesehatan. Perbaikan jalan antarhuta, pembenahan fasilitas umum, penguatan kapasitas kader Posyandu, pelayanan bagi ibu hamil dan keluarga berencana, serta percepatan penurunan angka stunting menjadi fokus utama pembahasan.
Koptu Rudi Prayetno mengatakan, kehadiran Babinsa dalam forum seperti ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk terus berada di tengah masyarakat, mendukung setiap program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Babinsa tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mendorong pembangunan desa. Melalui komunikasi dan kerja sama yang baik, setiap program diharapkan benar-benar menjawab kebutuhan warga,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, seluruh peserta juga menegaskan pentingnya penggunaan Dana Desa yang tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain itu, seluruh program pembangunan diharapkan selaras dengan kebijakan pemerintah serta mampu menjawab kebutuhan riil warga di lapangan.
Melalui sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat, Rumah Desa Sehat diharapkan menjadi wadah yang mampu memperkuat budaya gotong royong, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, serta mempercepat terwujudnya desa yang sehat, mandiri, dan bebas stunting.
Kehadiran Babinsa dalam setiap proses pembangunan desa menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga terus berperan aktif mendampingi masyarakat dalam membangun masa depan yang lebih baik, dimulai dari desa.(Pendim0207/SML).




