Media Sinergitas TNI-Polri News,PEMATANGSIANTAR –
Media sosial sempat dihebohkan dengan maraknya postingan yang menuding salah seorang oknum anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pematangsiantar bersikap arogan. Sebagai seseorang yang tidak segan menegur pihak yang salah baik secara lisan maupun tulisan saya merasa perlu membagikan testimoni nyata apa adanya mengenai sosok di balik video viral tersebut.
Kenallah dengan Lae Aljekson Saragih, sosok polisi yang belakangan ramai diperbincangkan. Jauh sebelum viral hari ini, saya punya cerita unik tersendiri dengan beliau sejak Juli 2023 silam.
Dikejar Polisi, Ternyata Ditawari Madu!
Kala itu, saya sedang mengendarai sepeda motor CB150R lengkap dengan helm, dua kaca spion, knalpot standar, serta surat-surat kendaraan (SIM dan STNK) yang sah. Tiba-tiba, dari arah belakang, sebuah sepeda motor matic putih yang dikendarai seorang anggota kepolisian membuntuti saya.
Semakin saya tancap gas, semakin kencang pula ia mengejar. Sengaja saya berbelok ke samping Siantar Plaza hingga ke depan Kantor DPRD Pematangsiantar, sebelum akhirnya sang polwan/polisi tersebut mendahului dan menghentikan laju kendaraan saya.
Sontak, hati saya bertanya-tanya, “Kenapa saya diberhentikan padahal kelengkapan berkendara saya lengkap dan tertib?”
Tanpa diduga, begitu berhenti, beliau tersenyum dan berkata:
“Nggak beli madu, Bang?”
Waduh, gerutu saya dalam hati, di rumah sudah ada madu! Melihat saya kebingungan, beliau menawarkan harga khusus, “100 ribu aja, Bang, bisa dibayar besok.”
Percakapan pun mencair saat kami berkenalan.
“Marga apa, Bang?” tanya saya.
“Saragih aku, Bang,” jawabnya sembari mengulurkan tangan.
“Mar-lae kita bah, marga Togatorop nya aku,” balas saya yang disambut dengan jawaban, “Siap, Bang!”
Penasaran, saya sempat melontarkan pertanyaan: “Kenapa jualan madu, Lae? Kan sudah enak jadi polisi?”
Dengan rendah hati ia menjawab: “Enggak apa-apa, Bang, bantu-bantu biaya rumah tangga yang penting halal.” Saat saya pastikan keasliannya, ia menegaskan, “Asli, Bang, kalau enggak asli kembalikan!” meski dalam hati saya berpikir, bagaimana mau dikembalikan kalau madunya sudah habis dicoba? Sejak saat itu, kami bertukar nomor ponsel dan sering berkomunikasi.
Bukan Sekadar Cerita, Bukti Nyata Pelayanan
Beberapa tahun berselang, takdir mempertemukan kami kembali ketika saya memiliki urusan di Kantor Satlantas Polres Pematangsiantar. Puji Tuhan, beliau dengan senang hati membantu urusan saya.
Melihat berbagai narasi miring yang berseliweran di media sosial belakangan ini, saya merasa tudingan tersebut terlalu berlebihan. Mari kita pegang prinsip bijak: “Dunia yang fana ini adalah tempatnya berbuat salah.” Namanya manusia, tentu tidak luput dari kekhilafan. Jika ada yang dirasa kurang pas, sampaikanlah dengan baik-baik, bukan dengan menghakimi secara berlebihan.
Sebagai seorang Advokat, saya, Briliant Romual Togatorop, S.H., M.H., bersaksi bahwa Pak Polisi Aljekson Saragih adalah orang baik yang selalu ramah dan melemparkan senyum setiap kali kami bersua di jalanan kota Pematangsiantar.
Cerita ini saya bagikan bukan tanpa alasan, melainkan sebagai penyeimbang di tengah ramainya arus informasi media sosial.
Pesan Hari Ini:
“Selagi kau masih manusia di dunia ini, jangan berlagak jadi Tuhan yang menghakimi. Di saat orang lain salah, tanyakan pada diri sendiri: apakah kamu sudah benar?” (Kdm07)




