Namlea – Sinergitas TNI Polri –
Tuduhan miring yang dialamatkan kepada Tim Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Tambang Emas Gunung Botak dari Yonif Raider 733/Masariku terkait dugaan pembiaran aktivitas penambangan ilegal (“kodok-kodok”) memicu reaksi keras. Tokoh masyarakat bersama pihak Satgas secara tegas menolak dan membantah keras narasi tersebut,
menyebutnya sebagai fitnah keji, pemutarbalikan fakta yang zalim, serta bentuk halusinasi publik yang sengaja digulirkan oleh pihak tak bertanggung jawab.
Bantahan Setajam Silet: Tidak Ada Toleransi dan Kebijakan Ilegal!
Tokoh masyarakat setempat bersama Tim Satgas Pengamanan Gunung Botak Yonif Raider 733/Masariku menegaskan dengan setegas-tegasnya bahwa TIDAK PERNAH ada kompromi, izin, ataupun “lampu hijau” dalam bentuk apa pun bagi aktivitas penambangan liar.
“Tuduhan bahwa Danpos atau anggota Satgas mengumpulkan massa dan memberikan ‘kebijakan’ untuk beraktivitas pada pukul 12 malam adalah kebohongan publik yang nyata, manipulatif, dan merupakan pembunuhan karakter (character assassination) yang kejam terhadap institusi TNI yang sedang mempertaruhkan nyawa menjalankan tugas negara!” tegas perwakilan pihak terkait.
Fakta Lapangan: Taktik “Kucing-Kucingan” dan Jalur Tikus
Realitas di lapangan justru berbanding terbalik dengan narasi pembiaran yang dituduhkan.
Yang terjadi sesungguhnya adalah tindakan nekat dari oknum pelaku “kodok-kodok” yang memanfaatkan situasi geografis:
Pemanfaatan Situasi Para pelaku bergerak secara sembunyi-sembunyi pada malam hari, menyusup melalui jalur-jalur tikus ekstrem di hamparan Gunung Botak yang sangat luas dan berada di luar jangkauan pos penjagaan statis.
Logika Sesat: Menggunakan aksi infiltrasi gelap ini untuk membangun opini bahwa aparat melakukan “pilih kasih” atau “pembiaran” adalah sebuah logika yang sesat, provokatif, dan diduga kuat sengaja disuarakan oleh kaki tangan cukong yang bisnis ilegalnya terganggu.
Satgas Tegak Lurus: Jalankan Perintah Pangdam XV/Pattimura dan Gubernur”!!
Pihak Satgas menyatakan komitmennya untuk tetap tegak lurus pada perintah negara dan tidak akan mundur selangkah pun oleh opini murah.
Satgas tunduk sepenuhnya pada instruksi Pangdam XV/Pattimura dan Gubernur Maluku untuk mengosongkan dan menghentikan total aktivitas penambangan ilegal.
Prinsip Operasional Implementasi Nyata di Lapangan Tanpa Pandang Bulu Tindakan tegas, pembongkaran tenda, dan penghalauan terus dilakukan setiap hari tanpa pengecualian kepada siapa pun yang mencoba melanggar hukum.
Sesuai UU RI Seluruh personel bekerja berdasarkan amanat Undang-Undang Negara Republik Indonesia demi menjaga stabilitas keamanan wilayah dan kelestarian lingkungan dari kehancuran akibat penambangan liar.
Peringatan Keras: Jangan Bersembunyi di Balik Sumber Anonim’!!
Pihak Satgas sangat menyayangkan adanya produk informasi atau pemberitaan tendensius yang hanya bersandar pada klaim sepihak dari “narasumber pengecut” yang enggan menyebutkan namanya.
Mengangkat isu sensitif tanpa verifikasi berimbang (cover both sides) dinilai mencederai kerja keras, keringat, dan taruhan nyawa para petugas Yonif Raider 733/Masariku di lapangan.
Satgas Pengamanan menegaskan tidak akan goyah sedikit pun oleh propaganda hitam ini.
Patroli malam di jalur-jalur tikus akan semakin diperketat dan dilipatgandakan.Siapa pun pelaku penambang liar maupun aktor intelektual di belakangnya yang tertangkap basah menyusup, AKAN DITINDAK TEGAS, DISERET, DAN DIPROSES SECARA HUKUM TANPA AMPUN!
“NEGARA TIDAK BOLEH KALAH DAN TIDAK AKAN PERNAH KALAH OLEH PARA PENAMBANG ILEGAL, CUKONG, MAUPUN PARA PROVOKATOR YANG MENCOBA MERUSAK NAMA BAIK TNI”(Tim – 01)




