Scroll Untuk Lanjut Membaca

Media Sinergitas TNI-Polri News,Kabupaten Simalungun —-  Masih Bebasnya Bandar Inisial Along operasikan dagangan haramnya berupa Shabu – Shabu di Kampung Jawa,Kabupaten Simalungun. (07/02/2026)

 

 

Bandar Narkoba Along ternyata tambah leluasa dan berkembang pesat edarkan Shabu – shabunya di Kampung Jawa,Kabupaten Simalungun sehingga ditafsir keuntungan mencapai Ratusan juta perhari.

 

Informasi dihimpun bandar shabu along sangat kebal hukum di Kabupaten Simalungun dan Licin,Sehingga disinyalir Oknum – oknum tertentu ada mendapatkan upeti dari bandar along .

 

Awak media saat melakukan investigasi ada mendapatkan Narsum terpercaya namun identitas dan inisial dirahasiakan untuk menjaga privasi narasumber,ia mengatakan, ” untuk along pak,dari dulu emang bebas pak Tidak pernah di sentuh pak. gimana mau di sentuh bandar along ini seperti di pelihara pak ” ucapnya ke tim saat memberi keterangan sekitar pukul 19.40 wib (07/03/2026)

 

Narsum menambahkan,kami berharap semoga Polda Sumatera Utara turun gunung untuk tangkap bandar shabu along .

 

” karna Polres Simalungun banyak bungkamnya pak,lihat bukan Mala di tangkap si along Mala yng lain lain di tangkap,di kampung Jawa ini Shabu si along yang beredar,kalau ada Shabu lain dimakan dialah pak.

Along ini ada juga memberi upeti – upeti dalam ke oknum tertentu pak,kita berfikir sehat lah pak,kalau tidak ada berikan upeti apakah along bisa sebebas itu pak, jalankan Shabu – shabunya ” tambahnya 

 

Namun ucap Narasumber tersebut seakan benar terjadi ada memberikan dugaan upeti ke oknum – oknum tertentu. 

 

Lalu awak media konfirmasi terkait bandar shabu along kepada Kasat Narkoba Polres Simalungun Bernama Marganda Aritonang,Namun sayang pesan disampaikan enggan ada respon sama sekali. Setiap awak media konfirmasi Kapolres Selalu Bungkam . Sekitar pukul 17.35 sampai pukul 23.17 wib (07/03/2026),

 

Kapolda Sumatera Utara Diminta Evaluasi Jajaran kinerja Polres Simalungun jangan hanya menangkapi Pengedar Shabu kelas Terik,tetapi bandar shabu besar Along di biarkan atau diduga di pelihara demi pemasukan uang kantong pribadi serta jangan hanya pencitraan di sosial media dalam bekerja seolah bekerja sudah lebih baik padahal menutupi kebobrokan  . (Tim)