Scroll Untuk Lanjut Membaca

Media Sinergitas TNI-Polri News,PEMATANG SIANTAR –

Sulit mencari jarum di tumpukan jerami, namun jauh lebih sulit mencari keadilan di negeri ini. Kalimat pilu ini terlontar dari keluarga korban penganiayaan yang berujung pada kematian tragis, yang kini tengah menuntut jawaban jujur dari Polres Pematang Siantar terkait kasus yang menimpa anggota keluarga mereka.

Sudah sekian lama berjuang, pihak keluarga kini menghadapi tembok tebal birokrasi dan ketidakjelasan. Mereka bukan sedang meminta “kemewahan” hukum, melainkan hak paling mendasar: transparansi. Keluarga hanya meminta diperlihatkan rekaman CCTV pada malam kejadian.

Tuntutan Sederhana yang Terus Digantung
Keluarga korban tidak meminta salinan rekaman tersebut, melainkan hanya ingin melihat kronologi kejadian. Ada pertanyaan-pertanyaan krusial yang hingga kini masih menjadi misteri:
Berapa lama sebenarnya durasi penganiayaan terjadi?

Ke mana saja korban dibawa sebelum akhirnya tiba di rumah sakit tanpa pendampingan?
Pada jam berapa tepatnya korban dibawa ke rumah sakit, dan apakah korban sudah dalam kondisi meninggal dunia sebelum tiba di RS?

“Apa alasan Polres Pematang Siantar tetap bertahan untuk tidak memperlihatkan CCTV itu? Kami punya pendamping hukum. Jika memang ada aturan, berikan alasan yang logis! Jangan biarkan kami meraba-raba dalam kegelapan,” tegas pihak keluarga.

Krisis Kepercayaan terhadap Penegakan Hukum
Keluarga korban merasa seolah-olah mereka “dilepas” untuk mencari bukti sendiri. Ironisnya, setelah keluarga berhasil mendapatkan cuplikan video penganiayaan dan menyebarkannya ke media sosial, pihak kepolisian dinilai lamban dalam melakukan tindakan penangkapan.

“Apakah semua pelaku kejahatan harus menunggu menyerahkan diri terlebih dahulu? Jika memang demikian, lantas apa fungsi aparat penegak hukum di Pematang Siantar?” ujar salah satu perwakilan keluarga dengan nada kecewa.

Perjuangan Mencari Kebenaran
Dalam perjuangan panjang ini, keluarga menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Timbul Fransisco Malau yang rela datang jauh dari Jakarta untuk turun langsung ke Polres Pematang Siantar demi mengawal kasus ini.

Harapan kini disandarkan sepenuhnya kepada tim penasihat hukum,Gokma Sagala & Team. Pihak keluarga menyatakan keyakinan penuh bahwa tim ini mampu membongkar kejanggalan yang selama ini tertutup rapat.

“Kami yakin Tuhan membantu tim PH untuk mendapatkan setiap bukti yang ditutup rapat. Kebenaran pasti akan menemukan jalannya, karena kebenaran tidak akan bisa ditahan oleh siapapun,” tambah keluarga.

Pihak keluarga juga menghaturkan terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terus memberikan atensi dan dukungan moril sejak kasus ini mencuat.

Dukungan publik adalah energi bagi keluarga untuk terus berdiri tegak menuntut keadilan bagi almarhum.(KDM07)