Media Sinergitas TNI-Polri News,SIMALUNGUN –
Peristiwa tragis menimpa Basri, seorang peternak warga Dusun Aman Sari, Kelurahan Serbelawan,Kecamatan Dolok Batu Nanggar,Kabupaten Simalungun. Sebanyak 5 (lima) ekor lembu miliknya ditemukan mati mendadak dengan kondisi mengenaskan di area perkebunan PTPN IV Unit Kebun Dolok Ilir, tepatnya di Blok 2022 W, Afdeling 5.
Kematian mendadak hewan ternak tersebut memicu kecurigaan kuat terkait adanya penggunaan zat beracun atau racun kimia berbahaya di kawasan perkebunan tersebut.
Kepada awak media, Basri mengaku sangat terpukul atas musibah yang menimpanya. Ia menyebutkan, selama ini hewan ternaknya biasa digembalakan mencari makan di area Afdeling 5 tanpa pernah mengalami masalah.
“Saya sangat terkejut. Sebelumnya lembu saya sering mencari makan di area Afdeling 5 ini dan tidak pernah ada masalah. Tapi kali ini tiba-tiba 5 ekor langsung mati mengenaskan,” ungkap Basri dengan nada kecewa.
Basri menyayangkan tidak adanya iktikad baik maupun sosialisasi dari pihak manajemen perkebunan. Menurutnya, Asisten Afdeling 5 tidak pernah memberikan peringatan, sosialisasi, maupun imbauan tertulis yang melarang peternak melepas hewan di kawasan kebun. Akibat insiden ini, Basri mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
“Tidak pernah ada imbauan atau larangan dari Asisten Afdeling 5 kepada kami para peternak agar tidak masuk ke pekarangan kebun. Tiba-tiba saja ternak saya mati. Saya rugi puluhan juta rupiah,” tegasnya.
Peristiwa ini menimbulkan dugaan dari masyarakat terkait penggunaan racun hama kimia berbahaya oleh pihak PTPN IV Unit Kebun Dolok Ilir di blok tersebut.
Pihak Perkebunan Memilih Bungkam
Guna menjaga keberimbangan berita, awak media berusaha mengonfirmasi kejadian tersebut kepada Asisten Afdeling 5 PTPN IV Unit Kebun Dolok Ilir yang diketahui bernama Gultom. Namun, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan memilih tidak merespons, baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat via WhatsApp.
Sikap tertutup dari pejabat lapangan PTPN IV ini semakin menimbulkan tanda tanya publik terkait penyebab pasti kematian massal ternak warga di Blok 2022 W.
Atas kejadian tersebut, warga dan peternak lokal mendesak jajaran Manajemen PTPN IV Unit Kebun Dolok Ilir serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan secara tuntas, transparan, dan memberikan rasa adil atas kerugian yang dialami masyarakat kecil. (Dit98/KDM07/red)




