Scroll Untuk Lanjut Membaca

Media Sinergitas TNI-Polri News,Makassar , 8 Mei 2026 —

 

TNI Angkatan Laut melalui Tim Naval Region VI Quick Response (NR6QR) Kodaeral VI, bekerja sama dengan Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan dan KPPBC TMP B Makassar, berhasil mematahkan upaya penyelundupan rokok ilegal berskala besar. Dalam operasi penggerebekan yang dilakukan di Jalan Sarappo, Makassar, Kamis (07/05), tim gabungan menyita jutaan batang rokok tanpa pita cukai yang diselundupkan menggunakan modus operandi terputus.

 

Kronologi dan Modus OperandiPenindakan ini merupakan hasil dari pengamatan intelijen yang tajam dan pengintaian intensif terhadap anomali distribusi barang di wilayah Makassar. Tim NR6QR mendeteksi pergerakan mencurigakan satu unit truk kontainer yang keluar dari Dermaga Pelabuhan Soekarno-Hatta. Kecurigaan menguat saat pengemudi truk melakukan manuver tidak wajar sebelum akhirnya menuju sebuah gudang jasa angkutan barang di Kecamatan Wajo.

Dalam pemeriksaan mendalam, ditemukan bahwa pelaku menggunakan sistem kompartemen. Modus ini sengaja dirancang untuk memutus rantai informasi antara sopir, pemilik barang, dan kurir guna menyulitkan pelacakan otoritas hukum jika terjadi penindakan.Hasil Penindakan dan Barang Bukti komandan Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) VI Makassar, Laksda TNI Andi Abdul Aziz, menegaskan bahwa operasi ini adalah bukti nyata komitmen TNI AL dalam mendukung fungsi Revenue Protection negara.

 

 

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan meliputi:1 unit Truk Kontainer (Nopol DD 8010 SY).1 unit Kontainer 20 ft (No. CTPU 2743386).244 karton rokok tanpa pita cukai dengan total 3.904.000 batang.Tegaskan Penegakan HukumSelain pelanggaran kepabeanan, Laksda TNI Andi Abdul Aziz memberikan peringatan keras terkait adanya insiden pemukulan terhadap personel Bea Cukai saat operasi berlangsung.

 

“TNI Angkatan Laut tidak menoleransi segala bentuk perlawanan terhadap petugas negara yang sedang menjalankan tugas. Kasus penganiayaan terhadap personel Bea Cukai akan kami kawal penuh agar diproses secara hukum sesuai undang-undang yang berlaku. Kedaulatan ekonomi harus ditegakkan, dan keselamatan aparat adalah prioritas utama,” tegas Dankodaeral VI.

 

Saat ini, seluruh barang bukti telah diamankan di Mako Kodaeral VI untuk proses penyegelan dan pengembangan penyelidikan guna mengungkap aktor intelektual di balik jaringan distribusi ilegal ini.Langkah taktis ini selaras dengan perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, agar jajaran TNI AL selalu responsif dan bersinergi dengan instansi terkait dalam memberantas segala bentuk kegiatan ilegal yang merugikan negara.

 

DISPEN KODAERAL VI MAKASSAR

 

#jalesvevajayamahe #tnial #indonesiannavy#kasallaksamanatnimuhammadali #kasalmuhammadali #laksamanamuhammadali