Scroll Untuk Lanjut Membaca

Media Sinergitas TNI-Polri News,BATU BARA –

Gerakan Pendukung Presiden dan Aspirasi Rakyat (GEPPAR) secara resmi menyatakan akan mengambil langkah hukum tingkat tinggi untuk memberantas praktik mafia Crude Palm Oil (CPO) ilegal di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Desa Petatal, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara. GEPPAR menjadwalkan pelaporan resmi ke Kementerian terkait serta Mabes TNI menyusul temuan aktivitas ilegal yang diduga melibatkan oknum TNI AL.Praktik yang dikenal dengan istilah “Kencing CPO” ini terbongkar di sebuah gudang tertutup terpal biru yang diduga kuat menjadi pusat penampungan ilegal.

 

Aktivitas ini disinyalir melibatkan armada truk tangki milik PTPN IV Tinjowan, di mana muatan CPO yang merupakan aset negara diduga digelapkan sebelum sampai ke tujuan resmi.”Ini bukan sekadar pencurian biasa, ini adalah praktik mafia yang sistematis dan merugikan negara. Kami memiliki bukti lapangan mengenai aktivitas di gudang Petatal tersebut. Kami tidak akan tinggal diam melihat aset negara dijarah oleh para mafia yang merasa kebal hukum,” tegas perwakilan GEPPAR dalam pernyataan resminya hari ini.

 

GEPPAR menyoroti secara tajam dugaan adanya oknum TNI AL yang ikut serta dalam memberikan perlindungan atau terlibat langsung dalam operasional gudang tersebut. Keberadaan oknum aparat di balik bisnis ilegal dinilai telah mencederai institusi dan mengkhianati amanah rakyat.”Langkah kami sangat terukur. Kami akan membawa laporan ini langsung ke kementerian serta Mabes TNI di Jakarta.

 

Kami meminta Panglima TNI dan Kasal untuk menindak tegas jika terbukti ada oknum TNI AL yang bermain. Tidak boleh ada satu pun institusi negara yang dijadikan ‘tameng’ untuk praktik mafia,” lanjut pernyataan tersebut.

 

GEPPAR mendesak agar pihak berwenang segera melakukan penyegelan terhadap gudang tersebut dan mengusut tuntas aliran dana serta keterlibatan pihak internal di PTPN IV Tinjowan.

 

Operasi “Kencing CPO” di jalur Jalinsum ini dianggap sudah berlangsung lama dan sangat meresahkan masyarakat serta merusak iklim investasi industri kelapa sawit nasional.”Kami mengawal visi Presiden untuk memastikan swasembada energi dan pangan bersih dari praktik korupsi dan mafia. Kasus Petatal adalah ujian bagi penegakan hukum di wilayah Sumatera Utara, dan kami akan mengawalnya hingga tuntas di level pusat,” tutup rilis tersebut.

 

Serta Geppar sangat menyesalkan tindakan Oknum – oknum yang membekingi gudang CPO tersebut,Informasi di himpun ada seorang oknum jurnalis/wartawan baru – baru ini dikarenakan memberitakan gudang tersebut oknum wartawan itu di culik hingga di pukuli,dan oknum wartawan inisial didapatkan I korban pemukulan .(red)

 

#GEPPAR

#WarOnMafiaCPO

#StopKencingCPO

#BersihkanInstitusi