Scroll Untuk Lanjut Membaca

Media Sinergitas TNI-Polri News,JAKARTA 6 Mey 2026–

 

Sebuah laporan resmi yang mengguncang publik baru saja dilayangkan oleh lembaga GEPPAR melalui kanal pengaduan nasional LAPOR!. Laporan dengan nomor registrasi [001]/B/GEPPAR/V/2026, ini mengungkap tabir gelap di balik industri Crude Palm Oil (CPO) yang melibatkan jaringan mafia lintas sektor, dugaan keterlibatan aparat, hingga tindakan kriminal terhadap kebebasan pers.

 

Garis Besar Skandal: Mafia, Beking, dan Darah

Laporan tersebut secara spesifik menyoroti tiga poin krusial yang menuntut perhatian segera dari pemerintah dan penegak hukum:

Gurita Mafia CPO Ilegal: Adanya praktik penyelewengan komoditas strategis negara (CPO) yang merugikan ekonomi nasional secara masif.

 

Keterlibatan “Oknum” Berseragam: GEPPAR secara berani melaporkan dugaan keterlibatan oknum dari jajaran TNI AL yang ditengarai menjadi pelindung atau bagian dari operasional mafia tersebut.

 

Kekerasan & Penculikan Jurnalis: Upaya menutupi borok ini dilakukan dengan cara-cara premanisme. Laporan tersebut melampirkan kronologi penculikan dan tindak kekerasan terhadap jurnalis yang mencoba mengendus praktik haram ini.

 

 

Pihak Terkait di Batubara Memilih Bungkam

Berdasarkan informasi yang dihimpun dalam laporan tersebut, sorotan tajam tertuju pada operasional CPO di wilayah Batubara. Diketahui bahwa Humas CPO di Batubara, oknum S, serta pemilik CPO di Batubara, oknum M, hingga saat ini memilih bungkam dan tidak memberikan klarifikasi apa pun terkait dugaan praktik ilegal dan kekerasan yang terjadi di bawah naungan operasional mereka.

 

Laporan Resmi ke Pucuk Pimpinnan

Guna memastikan kasus ini tidak “diuapkan,” GEPPAR melayangkan tembusan laporan ini langsung kepada:

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI

Panglima TNI cq. Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI di Jakarta.

 

“Ini bukan sekadar pencurian aset negara, ini adalah serangan terhadap kedaulatan hukum dan kemanusiaan. Ketika jurnalis diculik karena menjalankan tugasnya, dan oknum aparat diduga menjadi bagian dari masalah, maka negara harus hadir dan menyikat habis tanpa pandang bulu!”  Pernyataan Sikap GEPPAR.

 

 

Menunggu Nyali Negara

Masyarakat kini menunggu respons tegas dari Panglima TNI dan Menteri ESDM. Apakah hukum akan tegak lurus, atau justru kalah di bawah tekanan mafia? GEPPAR menegaskan telah mengantongi dokumen bukti lapangan yang kuat dan siap dikawal hingga tuntas.(Kdm07)

 

 

#HENTIKAN MAFIA CPO, ADILI OKNUM PELINDUNG, DAN LINDUNGI KEBEBASAN PERS#