Media Sinergitas TNI-Polri News,Pekanbaru – Kepolisian Daerah (Polda) Riau menegaskan posisi mereka dalam melindungi warisan alam nusantara. Di bawah komando Kapolda Riau, Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Korps Bhayangkara resmi memulai perburuan besar-besaran terhadap pelaku pembunuhan keji gajah Sumatera di Kabupaten Pelalawan.(11/02/2026)
Kasus yang mengguncang publik ini tidak lagi dipandang sebagai kriminalitas biasa. Kapolda menegaskan bahwa tindakan terhadap satwa yang dilindungi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang mengancam keseimbangan ekosistem.
Langkah Taktis dan Tanpa Toleransi
Polri memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara serius, terukur, dan tuntas. Tidak sekadar mengejar eksekutor di lapangan, pihak kepolisian juga membidik aktor-aktor intelektual di balik sindikat ini.
Proses Hukum Tegas: Pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.
Kolaborasi Lintas Lembaga: Polri bersinergi dengan instansi terkait untuk mempercepat pengungkapan motif dan jaringan pelaku.
Keamanan Ekosistem: Kehadiran personel di lapangan menjadi jaminan bahwa perlindungan lingkungan adalah prioritas utama negara.
“Ini adalah peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba mengusik kelestarian alam kita. Kami tidak akan memberikan toleransi sedikit pun,” tegas Irjen Pol. Herry Heryawan.
Pesan Untuk Masyarakat
Langkah tegas Polda Riau ini sekaligus menjadi pesan moral bagi masyarakat luas. Keamanan ekosistem bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan warisan yang harus dijaga bersama demi generasi mendatang. Dengan penanganan yang transparan dan kolaboratif, Polri optimis dapat segera menyeret para perusak alam.(Red)




